Home Categories Tags About
· 6 min read · by Pep Skipepep

Sousou no Frieren


Dari awal-awal perilisannya, anime ini udah ngambil alih pucuk pimpinan ranking Best Anime of All Time di kiblat situs penilaian perihal anime, MyAnimeList (MAL). Bahkan, legenda yang dikenal sebagai preman MAL (fandom Fullmetal Alchemist Brotherhood) pun gak mampu melorotin rankingnya. Mungkin karena mereka sendiri pun ngasih 10 buat anime ini. Sehingga, anime ini masih nangkring di nomor 1 untuk kategori OF ALL TIME dengan perbedaan rating yang cukup jauh dengan peringkat 2.

Sudah bertahan lebih dari 6 bulan pula. Mungkin ini rekor terlama dibanding judul lain yang sempat nongkrong di peringkat 1 macam Fruits Basket Final Season, Gintama (pake derajat), dan Oshi no Mid. Dengan jumlah episode yang cuma 28 episode, sulit buat melewatkan nonton anime ini. Sulit juga buat nahan nulis #RipiwJujurDariPepski buat pemenang mudah anime terbaik 2023 (dan mungkin 2024), Sousou no Frieren (Frieren: Beyond Journey’s End).

SPOILER WARNING!

Positif

1. Plotnya top markotop

a. Ceritanya santai tapi asik

Secara pribadi gua memang prefer cerita yang lebih santai, tapi cerita yang berat pun tetap sangat bisa gua nikmatin. Di series ini, mayoritas ceritanya santai. Meskipun begitu anda tetap akan disuguhkan battle yang sangat menarik dan bikin merinding. Jadi, buat para pecinta shonen yang doyannya berantem2an, sebenarnya masih sangat bisa nonton anime ini. Buat pecinta slice of life, harusnya anda ngasih 10 ke anime ini.

b. Premis yang menarik

Berkisah tentang kelanjutan petualangan Frieren sang Elf yang punya umur kebanyakan setelah mengalahkan raja Iblis. Nah, udah keliatan kan dimana menariknya? Ceritanya justru dimulai ketika mereka udah ngalahin final boss. Sangat beda dengan series anime kebanyakan yang membuat justru penonton makin dibuat penasaran apalagi hal menarik yang bakal terjadi di depan. Karena kalo raja iblis masih idup, tentu ekspektasinya bakal lawan pasukannya raja iblis aja (ya meskipun….).

2. Visual MADHOUSE benar-benar MAD

MADHOUSE benar-benar gila. Gua berapa kali di twitter (iye, X) ngetweet (ngeX) betapa gilanya visual yang ditampilin. Banyak juga yang apresiasi detail kecil yang diperhatiin oleh Madhouse, misal animasi lipatan baju yang benar-benar smooth. Buat yang baca manganya, pasti tetep puas kalo nonton animenya, karena benar-benar upgrade. Menyegarkan mata. Tapi menurut gua peak momentnya tetep di scene-scene battle sih. Apalagi di episode-episode akhir, itu keren parah. Yah, 11-12 lah sama visual Demon Slayer-nya ufotable. Benar-benar eyegasm.

3. OST yang brilian

Awal-awal nonton kok berasa vibenya mirip sama Violet Evergarden. Padahal background ceritanya rada beda. Genrenya pun gak sama, meskipun dalam beberapa hal yang ditekankan oleh kedua anime ini emang mirip. Gataunya pas rilis OST-nya, diketahui (oleh gua) yang ngecompose adalah Evan Call, orang yang sama yang bikin OST-nya Violet Evergarden.

Bagi yang nonton Violet Evergarden mungkin gak usah dipertanyakan lagi lah ya kualitas Evan Call dalam meramu soundtrack. Kualitas beliau turut muncul lagi di anime ini. Feel fantasynya benar benar dapet dan scene battle jadi makin berasa seru.

4. Seiyuu

Trio MC digawangi oleh Kana Ichinose, Atsumi Tanezaki, dan Chiaki Kobayashi. Mereka bertiga sudah punya pengalaman dan nama besar sebelumnya. Jadi jelas peran mereka disini gak usah dikhawatirkan. Dari gua sendiri applause spesifik di episode 10 di spesifik scene. Terlalu ikonik sih scenenya jadi harusnya yang nonton pada tau maksud gua apa wkwkwk.

5. Perwatakan Tokoh yang oke

Terkadang plot bagus bisa dirusak oleh perwatakan yang nyebelin, setidaknya ini pendapat gua. Dari ketiga tokoh utama, Frieren benar-benar menjadi tokoh yang keliatan upgradenya, ya umur gabisa boong ya. Selain itu, Frieren juga spotlight, baik di masa ini maupun ketika flashback, jadi kita bener-bener tau before afternya. Sedangkan untuk Fern dan Stark, untuk sisi positifnya tentu mereka keren banget. Punya spirit yang tinggi dan rasa tanggung jawab yang besar. Cuma untuk sisi negatifnya menurut gua rada sedikit mengganggu sih, Fern gampang ambekan dan Stark yang cukup cringe. Tapi, masih oke lah.

NEGATIF

Aseli bingung negatifnye ape ye, paling2 ini sih:

1. Komposisi ceritanya makin lama makin seragam.

Event apa yang akan muncul selanjutnya emang gak bisa ditebak, tapi makin lama komposisinya makin gitu-gitu aja. Ada suatu kejadian, flashback dan Frieren nyoba ngambil ibrah (pelajaran) dari flashback, Frieren aplikasiin ibrahnya di masa kini. Terus nyambung-nyambungin mulu ke Himmel. Himmel lagi Himmel terus.

Aseli bingung apa lagi ya negatifnya

KESIMPULAN

Untuk scoring, jelas 10/10, dan bahkan udah masuk ke top 10 versi gua. Cuma yang jadi masalah sekarang bukan itu, pertanyaan sebenarnya adalah, apakah layak Frieren duduk di nomor 1 OF ALL TIME?

Opini pribadi gua mengatakan tidak. Gua gak bisa menafikan judul-judul lain yang emang menyajikan cerita yang bagus gokil. Opini pribadi gua sendiri tetep bilang Gintama masih nomor 1 of all time. Kalo gua coba make kacamata otaku pada umumnya, sebenarnya FMAB duduk di ranking 1 bertahun-tahun pada dasarnya memang deserve untuk itu, atau mungkin anime lain macam Hunter x Hunter dan Shingeki no Kyojin Season 3 juga jadi kandidat kuat buat duduk di singgasana itu. Bagi gua sendiri, Frieren layak banget buat dapetin rating di atas 9 atau bahkan duduk di 5 besar MAL. Tapi kalo nomor 1 gua rasa belum sih. Apalagi ceritanya belum tamat.

Kesimpulan finalnya, tonton aja udah dan beri rating 10 di MAL. Beri foto ini bagi mereka yang membenci Frieren

Segitu doang. Ciyao.


Ditulis 15-16 April 2023 di rumah sambil nonton opening match Indonesia vs Qatar AFC Asian Cup U23 2024 (bjrot wasit).